December 10, 2013 thumb Tips Memotret dengan Warna Hitam Putih

When You Photograph People in Colour, You Photographs Their Clothes. But when you photograph people in Black and White, you photograph their souls..” Ted Grant…

Safitri Lagi Khusuk Berdo'a

Safitri Lagi Khusuk Berdo’a

kalimat dari ted grant diatas sepertinya tidak berlebihan, menurut yang saya baca-baca di internet foto Black and White (BW) alias Hitam Putih menjadi pilihan para fotographer profesional. kenapa ? emang apa bagusnya. saya sendiri kurang tahu, tapi ada beberapa alasan yang sering dikatakan yaitu foto akan tampak klasik, elegan, romantis, menakutkan dan lain-lain. intinya akan ada banyak cerita dan misteri dalam foto BW. secara umum ada beberapa keuntungan memotret dengan modus BW, antara lain:

  • Fokus pada Object yang paling Penting, karena BW tidak memiliki komposisi warna, foto BW membuat kita fokus pada Object, Ruang dan Bentuk. BW membantu fotographers untuk memahami dasar-dasar fotography tanpa diganggu perhatianya oleh komposisi warna yang kadang sulit untuk dipadukan. dengan pandangan yang jelas ke arah grafis, komposisi design, fotographer dapat fokus pada kontras, garis, kurva, diagonal, vertikal, horisontal dan memberikan highlight pada object dengan membuat gelap ruang sekitar.
  • terkadang, beberapa object akan terlihat ketika di foto dalam BW daripada Color. kita bisa menemukan adegan, benda, sinar atau apapun yang ada di sekitar kita secara jelas ketika di foto dalam bentuk BW. foto dalam warna yang terkadang membosankan akan mejadi cukup menarik ketika diubah dalam bentuk BW. “Many artist prefer Black and White because it make photographers and viewer to see the world in a way that cannot be seen with the naked eye
  • BW sangat cocok jika digunakan pada ruang yang kurang cahaya, seperti indoor, gudang, atau cuaca mendung. daripada kita mencetak foto dengan kondisi gelap kurang cahaya, ada baiknya kita ubah ke BW sekalian, kan tidak kelihatan tuh kalau cahayanya kurang. disinilah posisi BW menjadi penyelamat anda ketika memotret dalam kondisi kurang cahaya. awan yang gelap tentu sangat terlihat jika dalam warna, tapi jika diubah dalam BW, awan hanya terlihat kelabu (tidak tahu apakah itu awan lagi mendhung atau tidak ), sehingga mata langsung tertuju pada object yang ada. selain itu untuk foto potraits seseorang BW menjadi penyelamat karena bercak noda, jerawat, benjolan dan lain-lain akan samar, itu sebabanya kenapa foto HI (Human Interest) dan SP (Street Photography) biasanya memakai BW.
Foto Gelap Gulita jadi sedikit eksentrik karena BW

Foto Gelap Gulita jadi sedikit eksentrik karena BW, Noise yang banyak akibat ISO yang terlalu tinggi dan resolusi kamera yang rendah

demikian untung-nya kalau kita pakai foto BW, berikut ini adalah tips-tips jika ingin memotret dengan BW.

  • Bentuk dan Banyangan : mata kita terbiasa melihat dunia dalam bentuk warna yang mana perbedaan warnalah yang menarik perhatian mata. tapi tidak untuk BW, yang menarik perhatian kita adalah konstras antara hitam dan putih. foto yang memiliki banyangan, atau pola tertentu biasanya tidak begitu dihiraukan oleh mata dalam foto warna, tapi tidak pada BW, pola dan bentuk itu akan sangat nampak jelas dan seolah menjadi bagian dari object utama.
  • ISO Rendah : gunakan iso serendah-rendahnya, sehingga noise tidak tampak. noise foto dalam BW akan sangat terlihat karena noise sangat tidak ada warna disana yang memancing kita untuk mengabaikanya. foto lebih baik tampak gelap daripada harus memiliki banyak noise.
  • Waktu Terbaik BW : semua photographers tau, bahwa waktu emas untuk fotography adalah jam 07:00 – 09:00. tapi tidak untuk BW, waktu yang paling tepat untuk BW adalah ketika kondisi low-contrast alias kurang cahaya.
  • Gunakan Resolusi Tertinggi : BW tidak memiliki warna, sehingga detail menjadi hal yang wajib. foto BW seharusnya memberikan detail tentang object melalui perbedaan contrast-nya. jika jarak contrast-nya sangat pendek tentu membuat foto kurang menarik.
  • Foto dalam Color : walaupun anda yakin kalau foto-nya nanti akan dijadikan BW, lebih baik ambilah gambar dalam kondisi warna. why ? untuk jaga-jaga saja, kita tidak tahu apakah foto tersebut akan lebih baik jika dalam BW ataukah dalam Color. jika anda memotret dari Color kemudian diubah ke BW, itu gampang. kalau dari BW ke Color… hm… anda harus pandai-pandai main photoshop. itu sebabnya potret-lah dalam Color, kemudian ubah ke BW pakai software gratisan  (kalo ngubah dari Color ke BW sampe gak bisa kebangetan ente..!! ), bandingkan pakah BW lebih baik daripada Color, ataukah malah sebaliknya.
Komposisi Warna Menjadikanya Lebih Baik

Tanpa Komposisi Warna dan Hanya Kontras Menjadikanya Lebih Baik

oke demikian yang bisa saya sharing, tulisan ini murni baca-baca dari inet kalau salah mohon maaf, kalau ada yang kurang boleh ditambahi, dan satu lagi, saya pribadi lebih senang foto dalam BW, kenapa ? karena terlihat bagus ? biar eksentrik ? biar misterius ? biar keren ? hm… tidak jawabanya karena saya Buta Warna dan…. biar ane gak keliatan kalo ane item hehehe :p… salam goblooge.

Comments

total comments