July 16, 2012 thumb Tips Memilih Handphone agar Tidak Menyesal

Sebenarnya judulnya mungkin terasa agak menyesatkan. tapi nggak apa-apa, biar pada penasaran. pada dasarnya saya hanya ingin bertukar pengalaman seputar dunia Handphone ( Banyak yg tanya seh, Masalah BB, masalah Android, curhat HP yg bagus kayak apa :p ). saya juga kadang-kadang juga kasihan kalau ada teman yang pasang status kayak dibawah ini :p, sebagai contoh saya ambil dari salah satu status teman tergalau saya. *(Jangan Sering Galau, Kasihan TimeLine ku penuh status Galau-mu, Dunia ini mungkin tak semudah “cocote” M*ri* T*gu*, tapi juga tak se-ancur status galaumu).

Perasaan tidak ada satupun HP yang menyusahkan Orangnya, kalaupun Ada itu orangnya yg salah setting Peace :D

 oops, jadi ngelantur, OK langsung saja kita mulai tips-nya :

  1. Duit Ndak Pernah Bohong : memang seperti itulah adanya, ada barang ada uang, ada harga mahal ada kualitas. saya ingat waktu kuliah dulu, bahwa Daur hidup suatu product itu selalu mengikuti “Gaussian Distribution” atau bahasa Statistikanya “Bell Curve” (Bener ndak ya, waktu kuliah statistika aku kena Genjutsu sih), ini berarti bahwa setiap product apapun itu, popularitas pada awalnya akan menaik, semain lama akan semakin naik sampai titik tertentu (kita sebut ini Up Level), hingga setelah mencapai titik puncak product tersebut popularitasnya akan tetap (kita sebut ini dengan Stagnan Level), dan pada akhirnya akan menurun popularitasnya hingga mencapai nol (Down Level). trus apa hubunganya ? begini, saat product itu pertama kali diluncurkan, biasanya harga cukup mahal, maklum karena memang saat inilah Up Level dari Product  harus di tingkatkan sehingga bisa bersaing di pasaran, jika Up Level-nya jelek berarti product ini gagal, para produsen biasanya mati-matian memberikan kualitas terbaik saat product pertama kali diluncurkan karena selain akan dipakai sebagai standard review Product juga untuk memberikan Image positif bagi product. ketika memasuki Stagnan Level, para produsen biasanya sudah ancang-ancang untuk membuat product baru. dan ketika mencapai Down Level , maka untuk terus memperpanjang daur hidup product tersebut produsen harus memangkas harganya, sebagai konsekuensinya karena harganya turun maka kualitas juga turun. Kesimpulanya kualitas terbaik suatu product ada pada saat product itu pertama kali diluncurkan, dan memang harganya masih sesuatu banget :p
  2. Jangan Beli Produksi Chin* : mohon maaf bagi yang kurang setuju, tapi menurut pengalaman itu lah adanya. masih ada hubunganya dengan yang nomor 1. ketika product memasuki Down Level satu-satunya cara adalah dengan memangkas harganya, nah untuk memangkas harganya tentu harus memangkas biaya produksi, untuk memangkas biaya produksi cara termudah perusahaan HP adalah dengan memindahkan tempat produksi ke Chin*, kenapa ? karena biaya SDM murah. tapi karena murah, ya barangnya kuliatasnya juga agak abal-abal sedikit. sebagai contoh, HP Samsung Galaxy S saya pertama kali muncul harganya 6.5 jt *(dibelikan kantor), itu Made In North Korea , teman saya beli hp setelah 2 tahun kemudian dan Made in China. 5 bulan HP dia sekarat , dan 3 tahun HP Android saya masih segar bugar. itu juga berlaku pada Blackberry Onyx 2 saya, waktu beli di awal-awal harganya hampir 4 juta (Made in Hungary), teman saya beli hp yg sama setelah 2 tahun, tentu dengan harga miring (Made In China). sekarang HP dia sering galau, tapi Onyx 2 saya masih ajib bok, malah sering saya Oprek  – Oprek masih tahan sampai sekarang.
  3. Jangan Tergiur Harga Murah : kalau tidak salah dulu ada salah satu vendor HP yang ketika product pertama kali muncul, langsung memberikan diskon besar-besaran untuk kawasan Indonesia (Sampai ada yang meninggal gara-gara antrian). itu sebenarnya strategy market. masih ada hubunganya dengan nomor 1, mungkin si vendor berpikir bahwa budaya konsumtif orang indonesia yang cuma mikir harga tanpa peduli kualitas, mereka memberikan hp dengan harga murah daripada kawasan asia tenggara lainya, dan itupun hanya berlaku pada waktu tertentu saja. salah seorang teman saya dapat, dan setelah saya cek ternyata Produksi China. ya pantas aja murah orang aturan Gaussian-nya dibalik.
  4. Hindari Made In China, Malay dan Thailand : mungkin saudara langsung bingung, kenapa ? kalo china mungkin tahu kenapa harus dihindari, lha kalo Malay sama Thailand. Teman saya membeli HP Blackberry Made in Malay, setelah saya cek ternyata IMEI Country Code-nya 04, kalo tidak salah itu country code untuk produksi di China hal sama juga saya temui pada yang Made In Thailand, kayaknya mereka masih satu produksi dengan China.
  5. Jangan Tergiur Cuci Gudang : mungkin ini tidak selalu benar, tapi mayoritas saya temui seperti itu, barang cuci gudang adalah barang yang bisanya sudah tidak laku, tidak laku mungkin karena barang tersebut di produksi saat Down Level . karena saat Down Level, berarti barang tersebut diproduksi dengan harga murah. kemungkinan kedua biasanya barang tersebut adalah barang Return (Dikembalikan karena cacat), kemudian sama pihak Warehouse di perbaiki dengan comot-comot komponen yang lain yang tidak cacat (Misal HP A di return karena keypad cacat, kemudian HP B dikembalikan karena Display cacat, A + B akhirnya jadi satu HP yg nggak cacat), walaupun jarang terjadi tapi ada kemungkinan barang cuci gudang itu seperti ini. kalau anda beli waktu cuci gudang dan barangnya bagus, ya anda lagi Bejo aja :D
  6. Jangan Beli Barang Black Market : mungkin harganya murah, dan kualitasnya juga sama dengan barang yang tidak Black Market, tapi satu hal yang harus diketahui. pada awal barang masuk, itu pertama kali masuk ke petugas bea cukai, sama pak gay*s kemudian dikenakan pajak sehingga barangnya jadi mahal. kemudian barang dibawa ke warehouse, oleh warehouse dilaporkan bahwa barang telah sampai berdasarkan IMEI atau Serial numbernya ke pusat produksi. selain melaporkan Warehouse juga melakukan check barang kali selama pengiriman barang mengalami kerusakan. nah kalau barang Black Market tidak kena pak gay*s sehingga harganya jadi murah, karena tidak dilaporkan ke pusat dan memang melalui cara illegal, maka tidak ada garansi. kalo anda pas dapat HP bagus ya anda bejo, pas lagi dapat cacat saat pengiriman, ya deritamu. selain merugikan bangsa dan negara juga dilarang agama, jadi mendhing beli yang asli saja :D.
  7. Belilah Sesuai Kebutuhan : ini yang kadang-kadang nggak disetujui sama pecinta Mode dan Trend. saya pernah punya teman, beli Iphone 4S hanya untuk SMS sama telpon Doang. ada yang beli Blackberry tapi BBM-nya gak dinyalakan. lha trus apa gunanya Blackberry ??. jadi dalam membeli sesuaikan dengan kebutuhan. lain kali akan saya bahas gimana memilih HP yang sesuai kebutuhan.
  8. Khusus Pria, Cowok dan Bapak-Bapak, Saat Membeli Ajaklah Pacar, Istri atau Tunangan Anda : mengapa ? soalnya kebanyakan pria tergiur membeli hanya gara-gara mbak SPG-nya HOT. dengan mengajak Pacar, Istri atau Tunangan, mungkin ada yang sedikit Njewer telingga anda biar pikiranya fokus ke kualitas barang bukan kualitas yang lain :p (* Yang ini cuma intermezzo aja).

Ok demikian yang bisa saya bahas, semuanya saya berikan berdasarkan pengalaman pribadi saya, anda boleh setuju, boleh tidak setuju, tapi inilah pengalaman saya. kalau ada yang mau sharing pengalaman kiranya bisa di comment disini. untuk yang statusnya saya pakai contoh maaf ya, jangan minta royalti :p. Salam Goblooge :D

Comments

total comments