September 7, 2011 thumb Sungkeman ke Pak Kyai

ini cerita waktu lebaran kemarin, waktu itu di desa ane lebaran jatuhnya tanggal 30 agustus. seperti lebaran di tempat-tempat lain, lebaran di sini juga g ada bedanya. setiap orang saling sungkeman, saling maaf-maafan.

alkisah ane dan 12 teman-teman ane, berencana untuk melakukan sungkeman atau kunjungan ke pak kyai yang ngajar ane waktu masih di ponpes dulu. berhubung tempat pak kyai jauh , ane sama temen-temen memutuskan naik motor untuk menuju ke kota. sambil bercanda, temen-temen niatnya sungkeman ke pak kyai, sekalian kepingin ngeliat putrinya yang katanya cantik luar biadab, maksudnya luar biasa.

sambil berseri-seri geng bertigabelas pun berangkat ke kota Lamongan untuk melakukan ritual sungkeman yang tak lain hanyalah sebuah kedok untuk menutupi keinginan kami bertemu putrinya pak kyai.

ban di-cek, bensin di-cek, oleh-oleh di cek, semunya pada di cek satu persatu, tak luput pula kami melakukan cek pada wajah kami dengan memasang gaya paling keren sekeren-kerenya dan pada jam 11 waktu jam tangan kami bertolak dari Desa Sedayu Lawas ke Kota Lamongan buat nyambangin rumah pak kyai dengan bermodalkan beberapa sepeda motor dan uang pas-pasan. biar panas-panas kami jabanin deh.

30 menit di perjalanan kami mendapat musibah , salah satu motor teman ane bocor ban-nya, akhirnya harus jalan pelan-pelan dulu sambil menuntun motor ke tukang tambal ban, jadilah 2 orang teman kami harus nuntun motor sejauh 2 kilometer, maklum jalan menuju ke kota jelek banget, masuk ke hutan trus jarang ada rumah apalagi tukang tambal ban. setelah susah payah, akhirnya ketemu juga tukang tambal ban dan setengah jam kemudian motor udah bisa dipakai lagi dan kami pun melanjutkan perjalanan.

15 menit kemudian salah satu teman ane yang namanya ta*a* tiba-tiba kebelet ingin melakukan hajatan padahal di tengan hutan, mana ada tempat kakus, wal hasil akhirnya kami berhenti sejenak di sebuah kali dan menunggu si ta*a* untuk melaksanakan hajatnya sampai selesai. buang hajat di rawa-rawa, yang sudah becek, bikin motor kotor, plus dandanan kami yang sejatinya udah keren-keren jadi amburadul. setelah ta*a* buang hajat, kami melanjutkan perjalanan, dan betapa terkejutnya karena hanya jarak 100 meter, sudah ada POM bensin, yang itu artinya ada tempat kakus gratis yang lebih layak untuk dipakai buang hajat.

setelah selesai dengan shock yang kami alami, kami melanjutkan perlajanan. baru 1 jam perjalanan, kami di tendang perut lapar, dan udah amit-amit deh laparnya. tapi kali ini kami pikir kami beruntung karena tak jauh dari sana ada warung makan yang kayaknya enak banget. akhirnya kami berhenti sejenak untuk makan. masing-masing dari kami makan porsi dobel semuanya, sampe-sampe diplototin terus sama orang-orang di sebelah rumah makan, tapi whatever lah, cuek aja.

waktu lagi asik-asiknya makan, ada orang gila yang dari tadi mlototin kita mulu. waktu itu yang tau temen ane, sampe akhirnya itu orang gila berdiri dibelakang ane, terus nyamber paha ayam ane, ih jadi jijik deh ane. orang ayamnya udah diicipin ma orang gila. terpaksa pesen lagi seporsi.

selesai makan, salah seorang dari kami pun ke kasir untuk membayar, dan ternyata harga dari se porsi menu makanan di sana cukup amit-amit, jadi deh, kita ngerogoh saku lebih dalam, uang jajan yang seharusnya untuk jalan-jalan muter-muter kota terpaksa hangus, dan ane bayar yang paling mahal sendiri karena tadi paha ayam ane minta tambah soalnya disikat sama orang gila (hiks-hiks-hiks). tapi kami tetep semangat, karena entah mengapa hajat ingin ketemu sama putrinya pak kyai mengalahkan segalanya.

15 menit berikutnya kami akhirnya sampai di kota Lamongan. senang akhirnya bisa nyampe juga, walaupun dandanan kami udah amburadul tidak karuan, kami tetap nekad untuk jabanin rumahnya pak kyai.

sesampainya di rumah pak kyai kami agak merasa aneh, kok rumahnya sepi, bukankah ini saatnya idul fitri, mestinya kan rame orang-orang pada sliweran buat sungkeman. tapi hal ini tidak kami perhatikan, yang kami inginkan hanya segera ketemu sama pak kyai dan putrinye hehehe.

pintu rumah pak kyai diketuk, dan salam pun diucapkan berkali-kali, tapi tidak ada jawaban dari dalam. udah hampir 10 menit menunggu berharap ada sesorang yang membuka, dan menjamu kami dengan minuman khas lebaran yang mungkin bisa meredakan haus yang mulai menyerang kami.

setelah beberapa saat, kami diberitahun sama tetangga pak kyai, kalo pak kyai sedang g ada dan kami benar-benar terkejut saat dikasih tahu kalo idul fitri di kota Lamongan, jatuh pada tanggal 31 agustus, yang itu artinya hari itu belum waktunya idul fitri, healah, pantesan aja tadi waktu makan di rumah makan kok diplototin orang terus, lha wong pada puasa. akhirnya kami pulang dengan tangan hampa, dan bekal oleh-oleh yang sejatinya untuk diberikan pak kyai, kami makan sendiri. huh benar-benar sial, udah panas-panas, uang hangus, motor kotor, dijabanin orang gila, tujuan g kesampaian, komplit deh penderitaan. emang dasar sial , gara-gara nggak ikhlas sih sungkemanya.

tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba govlog

 

 

Comments

total comments