May 19, 2017 thumb Nyobain Opera Browser

opera Browser, siapa yang belum pernah dengar ? hampir semuanya sudah pernah dengar, siapa yang belum pernah pakai ? mungkin banyak yang tidak pernah pakai. iyup Opera browser memang lagi turun pamor, kalah sama pesaing-pesaingnya, google chrome dan firefox terutama. nah ana cerita sedikit nih gan.

saya ceritanya nih, pakai google chrome, tapi wedalaha, sering crash, dikit-dikit hard restart, maklum komputer NUC, Bottle Neck di Processor karena untuk mini PC. padahal saya pakainya untuk programming. padahal saya sudah pakai Open Box untuk WM sehari-hari.

nah waktu lagi pasang status galau, gara-gara Chrome, ada yang nyaranin pakai Opera Browser, agak sedikit canggung, soalnya sudah hampir 5 tahun, sejak jaman saya Joko sampai jama Pak Jokowi jadi presiden. saya sudah tidak pernah pakai Opera Browser. (NB : No Politic, Just Fact).

tapi akhirnya, peyang juga nih kepala kalau terus-terusan Bottle Neck, kasihan Intel NUC yang masih baby, jadi sering restart. ya sudinlah, download Operasi browser, langsung install seperti biasa. awal meng-install biasa saja, layaknya install paket .deb di OS Ubuntu. habis install. kok kayaknya banyak upgrade ?

Tampilan Bagus, just to fight My Old Nemesis.

Tampilan Bagus, just to fight My Old Nemesis.

iyup, upgrade, dari sisi penampilan lebih soft, ada pilihan dark theme (i love this simple thing, you know why ? yes, my old nemesis).  saya pun bisa mengganti theme background tanpa mengorbankan peforma. di google chrome setiap kali saya ganti theme , mesti lelet.

Integrasi dengan Telegram

Integrasi dengan Telegram

hal kedua yang menurut saya “good feature” untuk adalah integrasi dengan Whats Apps , Facebook Messengger dan Telegram. kebetulan atau enggak, 3 Social Messengger tersebut adalah yang saya pakai, terutama facebok messengger dan Whats Apps. Facebook Messengger untuk kawan-kawan, Whats Apps untuk Komunikasi dengan Team, dan rencana Telegram untuk Client. dan saya lihat hanya 3 Social Media saja yang terintegrasi (wah kebetulan sekali, gak kurang gak lebih pas).

Integrasi dengan Whats Apps

Integrasi dengan Whats Apps

berikutnya adalah devtool ketika saya tekan Inspect element, fuala, ternyata dev tool-nya mirip dengan google chrome (sepertinya turunan Chromium Browser deh), dan yang lebih bikin saya suka adalah, ketika dev tool dibuka, tetap mulus sama sekali nggak lelet. ketika melakukan print preview pada pun tetap lancar jaya, nggak nge-lag sama sekali, bakalan jadi alat cari nafkah nih. padahal saya berencana mengganti Intel NUC saya, tapi setelah pakai Opera Browser, sepertinya nanti dulu lah, nih DN2820FYKH masih kuat kayaknya. :D.

in yang agak lucu, integrasi dengan facebook. unutk memastikan bahwa itu benar-benar akun kita, kita diminta menebak wajah siapakah yang terpampang difoto tersebut. hanya diberi 2 kali skip dan harus bisa menjawab 5 pertanyaan.

in yang agak lucu, integrasi dengan facebook. unutk memastikan bahwa itu benar-benar akun kita, kita diminta menebak wajah siapakah yang terpampang difoto tersebut. hanya diberi 2 kali skip dan harus bisa menjawab 5 pertanyaan.

yang terpenting berikutnya adalah fitur plugin, apalagi kalau bukan Ad Blocker, wajib saya pakai, maklum koneksi internet di rumah saya, bikin saya “prihartini”. sehingga keberadaan ads blocker adalah “fardhu ain” bagi saya.

Ad Bloker Wajib buat saya

Ad Bloker Wajib buat saya

fitur lain yang membuat yang menurut saya berguna adalah VPN. iya sudah terintegrasi VPN secara langsung. ketika saya mengaktifkan fitur ini. saya bisa bebas berselanjar dengan mode Anynomous (ah kayak orang penting aja, padahal paling yang di browsing juga ganool.li).

Turbo mode dan VPN Mode

Turbo mode dan VPN Mode, tinggal setting tinggal pilih.

 hal lain yang menurut saya sejak dulu sudah ada di Opera adalah Opera Turbo, yang mana dia bisa kit pakai untuk menghemat bandwidth , lumayan buat yang kuotanya pas-pasan. dahulu saya pernah ngetest dan mendapatkan hasil 50% bandwidth terkurangi, kalau kali ini, kurang tahu, mungkin nanti akan saya cek lagi.

nah kalau tadi mbahas kelebihan sekarang sedikit kekuranganya nih, pertama Opera Browser, saya kebetulan adalah web dev, yang mana membuat sebuah web information system yang ada beberapa shorcut disana, sayangnya shortcut itu tidak jalan, karena beberap shortcut tersebut sudah dipakai oleh opera sendiri semisal (Ctrl+Shift+X) sehingga ada beberapa hal yang harus saya ubah di bagian programming aplikasi saya.

memang tidak begitu penting, tapi sepertinya opera tidak menggunakan synch aku lewat gmail. sehingga untuk history browsing saya adalah history browsing yang pernah ada di opera aja, berbeda dengan chromium browser dan google chrome yang keduanya memakai gmail sebagai media synch.

saya rasa baru itu saja kekurangan Opera Browser yang saya temukan, nanti kalau nemu lagi fitur atau kekurangan , inya Allah akan saya share lagi. Okey Donkey dan Salam Goblooge.

Comments

total comments