March 4, 2018 thumb Mencoba Visual Studio Code di Linux

tak sengaja, baca sebuah tulisan tentang update Ubuntu 18.04, waktu saya lagi enak-enak baca, ada beberapa aplikasi yang di voting supaya dimasukan kedalam Aplikasi default di ubuntu 18.04, saya pun sempat termenung sebentar saat melihat ada tulisan Visual Studio Code, wah, apa itu Visual Studio Code, seperti apa bentuknya dan apa kelebihanya sampai banyak yang voting untuk dimasukan dalam aplikasi bawaan. apa kelebihan dibandingkan yang lain.

waktu google-google saya baru tahu kalau Visual Studio Code adalah product milik microsoft versi gratis (ada yang Pro namanya Visual Studio Pro dan Visual Studio Enterprise tapi mahalnya). untuk bisa menikmati fitur dari Visual Studio Code ini tentu saja murah meriah.

tak sabar saya pun langsung download dan segera testing, pertama saya jalankan di KDE kepingin lihat seberapa hebat aplikasi ini dibanding aplikasi lain. untuk men-download saya menggunakan Ubuntu 16.04 v 64 bit, untuk itu saya download versi yang 64 dapat di-download di https://code.visualstudio.com/Download   .

untuk instalasi juga mudah, tinggal ketikan

# dpkg -i code_1.20.1-1518535978_amd64.deb
# apt-get -f install

tunggu instalasi hingga selesai, setelah instalasi selesai bisa menggunakan menu gui melalui start launcher atau mengetikan perintah code. tunggu beberapa saat dan Aplikasi Visual Studio Code akan muncul.

Autocompletion pada Visual Studio Code

Autocompletion pada Visual Studio Code

waktu pertama yang saya rasakan adalah aplikasi ini sangat ringan , bahkan bisa dikatakan lebih ringan dari aplikasi IDE yang pernah saya review sebelumnya ( Tool Khusus bagi para Developer Web ). serta memiliki tampilan yang soft jika dibandingkan dengan yang lain yang tentu saja ini lebih baik dan lebih enak untuk dilihat. mengenai fitur ternyata banyak fitur yang menurut saya sangat berguna bagi para perogrammer  antara integrasi dengan git, repository managementsyntax highlightautocompletion, class snippet preview, multiview source code dll.

tentu saja ini membuat saya semakin mudah dalam melakukan aktivitas coding-coding (dan sepertinya saya urung dulu buat ganti NUC lha wong ini saja sudah kembali seperti sediakala heheh 😀 ). selain itu aplikasi ini juga memiliki plugin yang mana sangat memudahkan kita untuk menjalankan berbagai macam aplikasi 2 yang paling saya sukai adalah MySQL plugin dan PHP plugins yang mana akan sangat memudahkan bagi kita untuk memanagement system saat melakukan coding terutama yang memakai web seperti saya.

Ctrl + P co,,amd untuk apa saja.

Ctrl + P co,,amd untuk apa saja.

untuk resource yang dibutuhkan dalam aplikasi ini sangat tergantung pada berapa banyak plugins yang saya install tapi untuk kebutuhan saya, saya cuma butuh PHP dan MySQL dan yang membuat saya kagum adalah penggunaan resource yang amat sangat minim, sehingga aplikasi ini cukup enteng dijalankan walaupun pada KDE, padahal untuk masaah coding saya biasanya akan lari ke OpenBox supaya hemat resource.

akhir kata yang saya bisa simpulkan dari aplikasi ini , mungkin ini adalah IDE yang menurut saya terbaik untuk saat ini dan saya berencana untuk full migrasi dari IDE yang biasa saya pakai ke Visual Studio Code. sehingga akan memudahkan saya sendiri dalam melakukan coding :D. Salam Goblooge.

 

Comments

total comments