March 16, 2016 thumb Mencoba Lubuntu

Tampilan Lubuntu setelah Saya Ubah

Tampilan Aplikasi Lubuntu

Tulisan ini sambungan dari tulisan yang sebelumnya. Mencicipi Xubuntu. bedanya kali ini saya menggunakan Lubuntu yang sebenarnya adalah Ubuntu + LXDELXDE merupakan Desktop Environtment yang cukup ringan, dapat berjalan di RAM 256 sehingga memungkinkan komputer versi lama dapat tetap terpakai. nah kali ini saya ingin sedikit ber experiment dengan Lubuntu. apa saja fiturnya, kekurangan dan kelebihanya. sebagai catatan ulasan ini ditulis menggunakan Intel NUC DN2820FYKH , RAM 4GB dan Storage Intel SSD. yang sebenarnya Overspec untuk Lubuntu. saya pun menggunakan Lubuntu saat menulis artikel ini.

Saat instalasi tidak ada yang istimewa dari distro ini selain booting-nya yang lebih cepat. tentu saja hal ini dikarenakan LXDE yang hanya membutuhkan RAM yang kecil. instalasi berjalan lancar dan sangat cepat, karena kebetulan saya mengguankan SSD ditambah paket program yang dimasukan dalam distro ini tergolong program simple, membutuhkan storage kecil dan dalam jumlah terbatas.

Pertama kali booting saya cukup terkesan, sejak SplashScreen Muncul sampai Login Manager hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 detik, splashscreen hanya muncul sekilas saja dan lamgsung menuju ke Login Screen. tampilan Login Screen cukup manis, sayanganya untuk mengkustomisasi tampilan login screen dibutuhkan software tambahan atau meng-edit beberapa file di system lubuntu. artinya jika pengguna pemula, tidak akan dengan mudah bisa mengubah tampilan loginscreen (sebenarnya sih tinggal mengubah file /etc/lxdm/default.conf  dan mengubah value bg sesuai path image yang dikehendaki).

Aplikasi yang disematkan semuanya adalah aplikasi ringan. untuk pengolah kata menggunakan Abiword (yang bahkan kadang susah untuk membuat sebuah table atau drag and drop image ), spereadsheet menggunakan gnumeric, dan file explorer menggunakan PCManFM. ada beberapa aplikasi-aplikasi lain yang ada di Xubuntu yang juga diikutkan dalam Lubuntu seperti xfburn (mungkin karena belum ada aplikasi penggantinya di lubuntu kali ya ).

Pengguna’an RAM cukup mengesankan tercatat dalam kondisi idle cuma membutuhkan 98MB saja. ketika saya menjalankan abiword , gnumeric dan main music (audacity) total RAM tercatat adalah 150 MB. di minimum requirement memang cuma 128MB. kalau single task mungkin bisa, kalau multi task saya rasa kurang banget. jadi kalau kebetulan punya PC yang RAM-nya cuma 128MB bisa kok pakai Lubuntu tapi untuk multitasking terbatas sekali. saran saya kalau memang RAM cuma 128 MB coba cari distro lain silakan baca tulisan saya 10 Linux Ringan dan Minimalis Alternatif.

Hal lain yang menurut saya kurang adalah codec untuk memutar video dan audio pada distro ini juga minimal, walaupun anda bisa meng-install-nya melalui paket repository. bluetooth module untuk audio tidak secara default disediakan sehingga harus meng-install lagi ketika anda memiliki bluetooth speaker. untuk driver sampai detik ini tidak ada masalah yang menghambat tetapi pada beberapa hal harus dilakukan dengan menggunakan terminal.

Customisasi pada distro ini bisa dilakukan dengan Customize Look and Feel. tetapi terbatas pada window, font, icon dan theme . jangan berharap animasi yang muluk-muluk pada distro ini. maklum karena memang ditujukan untuk PC jadul.

kesimpulanya distro ini sebenarnya cukup bagus untuk penggunaan sehari – hari bagi anda yang memang memiliki komputer lama dan hanya membutuhkan komputasi ringan (seperti office, menonton film atau mendengatkan music), untuk customisasi memang terbatas, tapi menjadi tak terbatas jika mau sedikit belajar tentang terminal. driver cukup mumpuni (kecuali jika anda menggunakan VGA Card nvidia).

mungkin di lain waktu akan saya bahas tentang cara mengutak – atik Lubuntu mulai dari tampilan sampai beberapa masalah umum yang ada. salam goblooge dan tunggu kelanjutanya!!. Okey Donkey.

untuk mengubah login scren lubuntu bisa di lihat di Mengubah Tampilan Login Screen di Lubuntu.

Comments

total comments