February 3, 2010 thumb Memportablekan Aplikasi

akhir-akhir ini muncul banyak sekali bermunculan aplikasi portable di internet. terlepas apakah itu ilegal atau tidak, aplikasi portable memberikan kenyamanan bagi siapa saja untuk menjalankan sebuah aplikasi tanpa perlu repot-repot melakukan instalasi. Hal ini tentu membantu siapa saja yang ingin menjalan suatu aplikasi diberbagai tempat, karena tidak perlu instalasi yang berarti tidak perlu lapor atau menjadi admin untuk memakai aplikasi tersebut.

Lalu bagaimana caranya membuat aplikasi portable ini. Nah untuk itulah artikel ini dibuat, memang agak kuno sih, jadi bagi yang merasa sudah expert, jangan diteruskan bacanya.

Inti dari permasalahan aplikasi portable ini adalah bagaimana membuat aplikasi yang sekali click dan langsung berjalan. Tool yang dipakaipun gampang, dan saya jamin semua punya (entah legal atau illegal 😉 ) yaitu WinRAR. Caranya dengan melakukan kompresi folder instalasi dari program yang kita miliki, dan dibuat jadi SFX (self extracting). Berikut ini caranya, saya mencoba menggunakan firefox (yang versi install tentu saja) untuk testing.

Pertama install Mozilla firefoxnya, saya jamin yang ini juga sudah pada tau giamana caranya. Defaultnya folder instalasi ada di C:\Progam Files, jadi segera saja tuju folder tersebut, dan cari folder instalasi Firefox, yang harus diperhatikan yang dikompress adalah satu folder instalasi firefox, bukan hanya file-filenya yang ada di folder instalasi firefox.

Klik kanan folder instalasi firefox , “Add to archive….” dan “Create SFX archive” lalu pilih tab advance. Lihat gambar dibawah ini.

Setelah itu pilih tombol “SFX Options” tab “General”. Pada field “Path to extract”, ada dua pilihan. Jika ingin agar user memilih folder tujuan extract, maka kosongkan. Tapi jika tidak, ya harus diisi. Karena ingin membuat program yang sekali click langsung jalan, user tidak perlu tahu diamana tujuan extractnya. Sebagai catatan, untuk memudahkan dan bisa berjalan dimanapun gunakan opsi folder %temp% sebagai tujuan, ini adalah variable default windows yang mengacu pada C:\Documents and Settings\%username%\Local Settings\Temp.

Jika sudah , opsi “Save and restore path” dan “Absolute path” akan terpilih. Selanjutnya pada field “Run after extraction” (program yang dijalankan secara otomatis setelah proses extract selesai) juga ada dua pilihan. Jika membiarkan user untuk memilih folder tujuan extract, maka isikan “Mozilla Firefox\firefox.exe” (kli ini wajib hukumnya memakai tanda kutip). Namun jika sudah menentukan tujuan folder extract, maka harus dimasukkan juga folder yang tadi, sehingga menjadi “%temp%\Mozilla Firefox\firefox.exe”. Ketika nama folder mengandung karakter spasi, maka harus dituliskan dalam tanda kutip. Karena folder “Mozilla Firefox” dan %temp% (C:\Documents and Settings\%username%\Local Settings\Temp) mengandung spasi, maka harus dituliskan dalam tanda kutip. Kita juga bisa memasukkan parameter program. Pada contoh kli ini saya tuliskan “%temp%\Mozilla Firefox\Firefox.exe” http://tipntrick-computer.blogspot.com agar ketika proses extract selesai akan membuka halaman web saya (wkwkwkw)

Setelah itu pilih tab “Mode”. Pada bagian “Silent mode”

1.Display All

User diperbolehkan untuk menentukan tujuan folder extract dan akan ditampilkan progress bar sewaktu mengextract. Pilih ini jika ingin membiarkan user untuk menentukan sendiri folder tujuan extract

2.Hide start dialog

User tidak diperbolehkan menentukan sendiri folder tujuan extract tetapi akan ditampilkan progress bar sewaktu mengextract. Pilih ini jika ingin kita sendiri yang menentukan folder tujuan extract, tapi file/folder yang akan diextract banyak dan besar. Jadi biar tidak dianggap program SFXnya seperti not responding

3.Hide All

User tidak diperbolehkan menentukan folder tujuan extract dan progress bar sewaktu extract juga tidak muncul. Pilih ini jika kita ingin sendiri yang menentukan folder tujuan extract dan proses extract file/folder diperkirakan memerlukan waktu yang tidak lama

Berdasarkan penjelasan diatas, tentu opsi yang no. 3 yang dipilih karena ingin membuat yang kelihatan benar-benar seperti sebuah progam stand alone sendiri. Sementara untuk “Overwrite mode” kita pilih “Overwrite all files”, sehingga ketika user mengklik lebih dari sekali, gak ada peringatan overwrite, karena sudah di set untuk overwrite secara langsung.

Pada tab berikutnya, tab “Text and Icon”, untuk field “Title of SFX window” tidak akan berguna klo dipilih “Hide all” untuk opsi “Silent mode” pada step sebelumnya. Supaya lebih keren, pada field “Load SFX icon from the file” isi dengan icon firefox, sebab kalau tidak akan diberi icon default WinRAR

lalu dapat iconnya darimana. Ada dua cara, yang pertama tanya ke mbah Google (jawaban yang umum bukan), mesti butuh banyak waktu nih. Opsi yang kedua kita ‘ambil’ dari program firefoxnya sendiri. Untuk itu dibutuhkan program IconCatcher untuk mengambil icon firefox, untuk itu Tanya lagi ke mbah Google. Pilih “Find in Folder” dan arahkan ke folder C:\Program Files\Mozilla Firefox. Setelah dapat, pilih icon yang paling mirip, lalu klik kanan, pilih “Save selected” lalu simpan pada suatu folder. Setelah itu kembali ke WinRAR, pada “Load SFX icon from the file” arahkan ke icon hasil ‘mencuri’ dari firefox tadi. Selanjutnya tinggal klik OK, Ok dan ok….

Silakan dicoba hasil experiment tadi, Sekali klik, program akan langsung jalan. Tunggu beberapa saat karena program sedang di extract.

Ada bebereapa kelemahan metode ini, antara lain : plugin yang terinstall pada firefox tidak akan terbawa ketika dijalankan pada computer lain), selain itu untuk program yang diinstal dan memerlukan konfigurasi lewat registry windows juga memerlukan cara khusus, yaitu dengan mengambil setting-setting registry dan mengexportnya dalam sebuah sebuah file .reg, kemudian kita harus buat sebuah batch file.

Anggap saja misal dalam firefox ada sebuah tambahan file di registry yang ditambahkan, misalnya saja di bagian [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run] dan ada key “firefox”=”firefox.exe”, maka ini pun harus diexport kedalam bentuk file reg. caranya buka Registry Editor, trus masuki tujuan dimana bagian registry yang ingin diexport (dan tentu saja berbeda-beda pada setiap program). Dalam contoh ini adalah bagian [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run], klik kanan export dan beri nama terserah.reg dan simpan file terserah.reg ke folder instalasi firefox (ceritanya mengulang dari awa l ini, masih ingatkan di bagaian C:\Program Files\Mozilla) satu folder dengan folder yang diextract. Dan kita buat sebuah batch file, caranya buka notepad dan ketikan code berikut ini

terserah.reg

“%temp%\Mozilla Firefox\Firefox.exe” http://tipntrick-computer.blogspot.com

Dan simpan hasilnya dengan nama terserah.bat, dan simpan ditempat satu folder juga dengan terserah.reg

Baru setalh itu lakukan proses seperti biasa, Cuma saat sampai di bagian program yang langsung dijalankan saat extract selesai (yang tadi kan “%temp%\Mozilla Firefox\Firefox.exe” http://tipntrick-computer.blogspot.com) ganti dengan “%temp%\Mozilla Firefox\terserah.bat. ini konsepnya hanya melakukan pengalihan, dari file firefox.exe yang dijalankan, ke file terserah.bat mengakan karena, kita ingin menjalankan file terserah.reg dahulu sebelum file firefox.exe (artinya kita menjalan dua proses secara berurutan), dalam windows file .bat mengartikan perintah-perintah dalam command prompt . jadi konsepnya adalah menginstall registry dulu, baru menjalankan program begitu.

Baik cara yang pertama maupun yang kedua, ada kelemahanya, yaitu, folder hasil extract dan opsi yang ditambahakan ke Registry tidak akan pernah dihapus saat program di close, jadi ya hardisk bisa penuh dan registry jadi kotor.

Selamat mencoba. Disadur dengan tambahan dari iroel.web.id

Comments

total comments