December 27, 2012 thumb Memilih Desktop Environment di Linux yang Sesuai kebutuhan

hm.. mungkin banyak yang sudah mendengar tentang apa linux itu, tpai bagi sebagian pengguna awam mereka masih tidak paham tentang apa itu Desktop Environment (DE). saya jelaskan sedikit, linux adalah sebuah system yang pada dasarnya bebas dari user interface (GUI) dengan kata lain antara user interface dan system linux terpisah, sehingga user interface dan system pada linux bekerja sendiri-sendiri. hal ini memiliki kelebihan yaitu kit abisa bebeas memilih GUI sesuai keinginan kita, atau dengan kata lain kita bebas untuk mengubah tampilan GUI linux sesuai keinginan. kalau dalam bahasa sehari-harinya, ibarat system adalah manusianya, maka GUI adalah bajunya. berbeda dengan windows yang GUI dan systemnya melekat sehingga tidka bisa diganti-ganti. oke langsung saja pembahasanya kepada Desktop Environment Linux, antara lain Gnome, KDE, LXDE, XFCE.

GNOME : adalah DE yang pertama kali penulis gunakan, waktu itu saya masih menggunakan ubuntu warthy warthog yang mana telah ter-install didalamnya Gnome. gnome pertama kali dibuat oleh karyawan red hat. Gnome adalah proyek intersional yang memberikan sebuah framework yang dapat digunakan untuk user biasa. saat ini gnome telah masuk ke versi 4. beberapa turunan dari desktop environtment gnome adalah Mate dan Cinnamon. sekilas tampilan Gnome mirip dengan tampilan Mac OS X, dengan menu diatas. Gnome menyediakan tampilan yang menarik, mudah dan sangat customizable, tetapi karena keindahan tersebut gnome membutuhkan resource yang cukup untuk dapat berjalan dengan baik. Gnome cocok bagi anda yang berasal dari pengguna Mac OS dan ingin mencoba linux dan memiliki komputer dengan kemampuan lebih.

Gnome Desktop Environment

Gnome Desktop Environment

KDE : sekilas tampilan KDE mirip sekali dengan tampilan windows XP, dengan menu disamping kiri bawah. saat ini KDE telah memasuki versi 5 dengan andalan tampilanya Plasma. sama seperti gnome, KDE memberikan tampilan yang sangat menarik, transparant dan animasi yang serba wah dengan icon oxygen yang memberikan tampilan elegant. tetapi seperti biasanya tampilan yang elegant tentu membutuhkan kompensasi resource yang cukup. KDE cocok bagi anda pengguna windows yang ingin bermigrasi ke Linux dan memiliki komputer dengan resource yang berlebih.

KDE (K-Dekstop Environment)

KDE (K-Dekstop Environment)

XFCE : adalah berbeda dengan KDE dan GNOME , XFCE adalah salah satu desktop environtment yang ringan.  sehingga utnuk menjalankanya tidak perlu membutuhkan hardware kelas berat. RAM 128 MB sudah bisa digunakan untuk menjalankan LXDE. XFCE sudah memasuki versi 4.6 ini dibangun dengan filosofi tradisional UNIX, yaitu modularity (terpisah) dan re-usability (dapat dipakai kembali) dengan cara menyediakan berbagai macam modul yang bekerja secara serentak untuk membangun sebuah desktop environment.

XFCE

XFCE

LXDE : Lightweight X11 Desktop Environment, sesuai namanya LXDE memberikan sebuah Desktop Environtment yang sangat ringan, saya sempat membaca katanya LXDE adalah DE yang paling ringan yang pernah ada. LXDE dapat berjalan pada Komputer jaman dahulu yang hanya memiliki RAM 128 MB saja, karena LXDE hanya butuh RAM 40 MB saja untuk bsia berjalan. LXDE juga tidak membutuhkan CPU kelas berat (Pentium 3 sudah cukup).
LXDE (Lightweight X11 Desktop Environment)

LXDE (Lightweight X11 Desktop Environment)

oke, demikian pembahasan dari masing-masing Desktop Environment, jikalau ada kesalahan mohon dikoreksi dan jika ada kekurangan silakan ditambahakan, salam :p

Comments

total comments