October 2, 2011 Efek 3D

seorang teman bertanya pada saya, hud gimana sih cara kerja kacamata 3d itu, kok bisa gambarnya seolah-olah keluar begitu. hm… untuk menjawab hal itu dengan semangat 45 saya mulai mencari di google, sampai akhirnya saya menemukan suatu artikel yang bagus dan mulai menulis bagaimana cara kerja dari  kacamata 3d.

era kacamata 3D adalah tahun 1950, walaupun demikian film pertama kali yang mencuat sebagai film 3D berjudul “The Power of Love” yang diputar tahun 1922 (belum lahir nih gue gan). kemudian kemunculan film 3D mengalami naik turun kembang kempis yang tidak karuan.

memang efek kacamata 3D cukup diakui kehebatanya, karena dapat menghasilkan gambar yang fantastis dan efisien dalam penggunaan. kacamata ini mampu membuat gambar pada layar bioskop atau tv seolah-olah keluar masuk layar dan seolah menuju ke tempat penonton. tapi walaupun kacamata ini memiliki nilai entertainment yang sangat tinggi, tentu bakalan terkejut kalau tahu betapa sederhanya sebuah kacamata 3D bekerja.

sebelum kita membahas mengenai kacamata 3D, kita bahas dahulu tentang sistem binocular mata manusia yang mengilhami penemuan kacamata 3D. manusia punya 2 mata kiri dan kanan. sistem binocular memilki kemampuan yang sangat luar biasa, mata kita dapat menetukan seberapa jauh sebuah object dengan object lain secara akurat (untuk benda berjarak 6-7 m). hmm… bingung, okelah aku jelaskan lagi, kita buat percobaan untuk menguji sistem binocular kita, ambil sebuah object dan letakan pada tempat tertentu yang berjarak 3-5 meter (terserah sih sebenarnya, tapi jangan jauh-jauh), kemudian taruhlah jari telunjuk anda di pada hidung, jaraknya kita-kira 1 cm dari hidung, kemudian fokuskan mata pada object yang kita letakan jauh tadi, lalu fokuskan kembali mata kita ke jari. apa yang terlihat, saat kita fokus ke object jari kita akan terlihat menjadi 2, dan saat kita fokus ke jari, object jauh akan terlihat seperti menjadi 2. jika hasil percobaan seperti yang saya sebutkan tadi, berarti sistem binocular mata masih bekerja dengan baik.

sistem binocular  sebenarnya memberikan kita kenyataan bahwa dua bola mata melihat dunia dari perspektif yang berbeda dan otak menggunakan perbedaan  tersebut untuk menghitung jarak, posisi, dan bahkan kecepatan benda dengan akurat.

dalam film 3D, alasan kenapa kita harus memakai kacamata 3D adalah untuk mengumpan mata dua buah gambar yang berbeda. layar sebenarnya menampilkan dua buah gambar tetapi berbeda, sehingga satu mata mendapatkan satu gambar tertentu. terdapat dua sistem umum yang digunakan dalam kacamata 3D.

  1. Kacamata Berbeda Warna (Red/Green atau Red/Cyan): kacamata ini menggunakan filter warna pada film yang ditampilkan oleh proyektor. film pada kacamata akan menyaring sedemikian hingga hanya satu jenis gambar yang masuk pada tiap-tiap mata. karena hal tersebut, otak akan merespon dengan membuat data seolah-olah terdapat benda yang benar-benar nyata. cara ini punya kelemahan, karena menggunakan pemisah warna, maka warna pada film akan terlihat kurang bagus begitu baik.
  2.  Kacamata Polarisasi : dibuat oleh Disney World Universal Studio, caranya adalah menggunakan lensa polarisasi sehingga menghasilkan gambar yang lebih baik. dua proyektor menrepresentasikan dua perspekti pada layar, masing-masing dengan polarisasi yang berbeda. kacamata membuat hanya satu gambar yang masuk ke tiap mata karena menggunakan lensa yang memiliki polarisasi berbeda. sehingga mata akan mendapatkan dua gambar berbeda dan berikutnya otak yang akan menyelesaikan sisanya.

 

sebenarnya masih banyak metode lain, tapi karena harganya terlalu mahal, maka tidak dipergunakan secara luas. mungkin cukup sampe disini aja deh pembahasanya, nanti saya lanjutkan untuk membuat efek 3D pada komputer rumah. tulisan ini didedikasikan untuk menjawab pertanyaan saudaraku tamam, “wocoen c*k, aku wes kesel2 nulis”. diambil dari http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/rahasia-kacamata-3d/

Comments

total comments