January 4, 2012 thumb 4 Cara Menyelamatkan Data

dalam Teknologi Informasi, hal yang paling penting adalah data. bagi sebagian orang, data menjadi harga mati dalam mempertahankan bisnis mereka. akan tetapi media simpan seperti Harddisk dalam kondisi normal hanya mampu bertahan rata-rata 3-5 tahun. parahnya lagi jika telah banyak data penting yang disimpan dalam Harddisk tersebut, kemudian data tersebut hilang. maka bersiap-siaplah untuk frustasi dengan biaya recovery data yang harganya bisa selangit. cara termudah adalah melakukan backup rutin pada data penting, cara lain adalah dengan melakukan penyimpanan secara online, banyak situs gratis yang menyediakan fasilitas penyimpanan online ( Lihat Posting Menyimpan data Secara Online), karena tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati. tapi bagaimana solusinya jika sebuah data penting sudah terlanjur hilang? sebelum dibawa ke tukang recovery, ada baiknya kita mencoba menyelamatkan data tersebut sendiri. berikut ini adalah beberapa cara menyelmatkan data yang mungkin hilang baik akibat kesengajaan maupun ketidak sengajaan, baik karena system failure, virus dll.

Terhapus dari Recycle Bin

pada dasarnya dalam File System Windows data diindeks dalam sebuah table, data tersebut di-hidden atau disembunyikan karena merupakan data crusial pada sebuah komputer. aplikasi lain, membaca Table ini saat melakukan operasi sebuah file. ketika anda menghapus sebuah file dari windows explorer, sebenarnya Windows tidak benar-benar menghapusnya melainkan memindahkanya ke Recycle Bin. jika setting Folder Option di Explorer dengan show hidden file, dapat dilihat bahwa folder yang dihapus disimpan dalam hidden folder bernama $RECYCLE.BIN. kita anda memanggil melakukan operasi Empty Recycle Bin, sekali lagi Windows tidak benar-benar menghapus data anda. dia hanya menulis di table File System-nya dengan mengatakan bahwa sector sekian track sekian dalam harddisk telah dihapus dan dapat diisi dengan data lain. secara fisik data tidak hilang secara logic data telah hilang karena semua aplikasi saat me-request data yang bersangkutan melalui komunikasi OS, akan mengembalikan nilai bahwa data tidak ada.

 

jadi sebenarnya data tersebut tidak hilang selama belum diisi dengan data lain. jadi jika data terhapus di Recycled Bin jangan pernah menambahkan file ke Harddisk tersebut agar data yang lama tadi tidak ditimpa dengan data yang baru, sehingga kemungkinan besar data masih bisa diselamatkan. untuk menyelamatkan data yangterhapus dari Recycled Bin, dibutuhkan software yang bisa membaca keseluruhan isi table File System tanpa memperdulikan setting dari table. salah satu software gartis yang bisa digunakan adalah Tune up Utilities. software ini berbayar tapi anda bisa memakai versi trial untuk 30 hari. untuk step-stepnya, setelah anda menjalankan software Tune Up Utilities, pilih Fix Problem -> Restore Deleted File. setelah dialog restore keluar, tentukan dimana letak dari file yang ingin anda restore, sebagai contoh saya ingin menemukan data di Disk D : Data klik Next, dan masukan kata kunci dari nama file tersebut. klik Next dan barkan Tune Up tilities berjalan, setelah itu akan ditampilkan file-file yang terhapus dengan kata kunci tadi, beserta perkiraan kondisinya. jika kondisi file good anda bisa melakukan restorasi, poor berarti ada sebagian/seluruh rusak (akibat tertimpa data lain). Klik Restore, pada dialog yang muncul pilih Restore to and alternate folder, karena lebih aman ,ini untuk menghindari jika anda ingin merestore data berikutnya, jangan sampai data baru yang di restore ini menimpa data lain yang juga ingin di restore, untuk itu sebaiknya pindahkan data yang ingin di restore pada Local Disk yang berbeda atau Flash Disk misalnya.

Tune Up Utilities

Tune Up Utilities

Hilang Karena Serangan Virus

terkadang ada beberapa virus yang menyerang komputer anda tidak merusak data anda melainkan hanya menamakan dirinya persis seperti nama file anda. misalnya anda memiliki nama file kantor.docx, maka virus akan menyamarkan diri dengan nama kantor.exe, perhatikan format atau extensi dari virus tetaplah *.exe, karena dia adalah aplikasi, namun jika setting pada Explorer anda memilih opsi , Hide Extensions for Known File Type, makaekstensi *.exe dan *.docx tidak akan ditampilkan sehingga bagi pengguna awam akan melihat bahwa kedua file tersebut sama, parahnya lagi, virus tersebut biasanya men-setting icon dirinya dengan icon mirip *.docx. biasanya virus tertentu hanya meng-hidden file anda, sehingga yang tampak hanya file virus yang disangka file asli (dalam kasus ini virus meng-hidden file kantor.docx) jika anda meng-copy pun yang ter-copy bukan file asli anda melainkan file virus. untuk mengembalikan file tersebut anda bisa memberikan opsi Show Hidden File di Explorer. jika opsi Explorer di disable oleh virus, maka anda bisa menggunakan Linux, dengan melakukan boot live CD Linux, dan anda dapat melihat bahwa file anda masih dalam keadaan aman (terkadang ada juga beberapa virus yang menghapus file anda, jika hal ini terjadi maka data tidak dapat dikembalikan). setelah mendapatkan data anda via Linux, anda dapat meng-install ulang komputer anda atau melakukan scan dengan antivirus.

System Operasi Rusak

Hampir sama dengan penyebab karena Serangan virus,  system operasi yang rusak pada dasarnya tidak ikut serta merta merusak data, hanya saja karena OS sedang ngadat maka data tidak dapat diambil, dibaca atau diedit. untuk kembali membaca datanya bagaimana ? gampang tinggal install ulang saja komputer , secara otomatis setelah komputer kembali normal data juga kembali dapat dibaca.lalu bagaimana jika untuk mengintall ulang, saya harus memformat, padahal datanya ada pada partisi yag akan di-format. cara paling gampang anda tinggal mengambil harddisk-nya kemudian tancapkan ke komputer lain sebagai slave, lalu silakan ambil datanya. jika tidak punya komputer lain, gunakan konverter SATA/IDE to USB dan silakan baca di laptop, jika tidak ada laptop juga, silakan lakukan hal yang sama seperti saat anda menyelamatkan data akibat serangan virus.

Bad Sector atau Harddisk tidak sengaja ter-Format

Format dalam hal ini adalah untuk menghapus keseluruhan data dan membuat table baru untuk penyimpanan data. sebenarnya Format yang dilakukan oleh komputer hanya mengahpus keseluruhan Table File System, kemudian melakukan cek pada keseluruhan harddisk untuk mencari bad sector, sector yang rusak secara otomatis akan dianggap tidak ada atau ignore dalam proses format. sehingga pada saat selesai format hanya sector-sector dan track-track yang health saja yang muncul. karena sejatinya data masih ada di dalam Harddisk, pada harddisk yang terformat kita dapat mengembalikan seluruh data yang hilang, selama data tersebut tidak ditimpa oleh data lain. salah satu software yang dapat mengembalikan data terformat adalah EASUS Data Recovery Wizard, software ini berbayar, tapi untuk kepentingan trial mungkin anda dapat men-download-nya secara gratis. berikut ini adalah step-by-step menggunakanya.

terdapat 3 menu untuk Recovery, pertama Delete File Recovery adalah untuk menghapus data hasil Recovery. kedua Complete Recovery, untuk melakukan Recovery pada keseluruhan Harddisk, dan ketiga adalah Partition Recovery, untuk mengembalikan sebauh partisi dari Harddisk. jika Harddisk anda hanya memiliki satu partisi maka tidak ada bedanya antara pilihan kedua dan ketiga :D . jika harddisk rusak karena Deleted Volume, hidden volumes, failed operation/file system maka harus memilih Partition Recovery. Jika anda tidak bisa booting ke OS, silakan ambil Harddisk-nya dan cari komputer lain, kemudian jadikan Harddisk tersebut sebagai Slave untuk melakukan Recovery Data.

tahap kedua adalah memilih cara penyelamatan yang ingin dilakukan, Search All Lost File Automatically untuk melakukan pencarian pada seluruh file yang ada. Search Lost File by Type, untuk melakukan pencarian pada type file tertentu. opsi Ignore Bad Sector adalah opsi untuk tidak melakukan pencarian pada Bad Sector. pilih opsi ini jika data anda yakin bahwa data yang anda cari tidak hilang secara tiba-tiba melainkan memang karena ketidak sengajaan anda memformat Harddisk.

tahap ketiga adalah memilih partisi harddisk mana yang akan di-recovery, tentu saja jika data anda yang hilang adalah di C, maka anda tidak perlu melakukan pncarian di D:. sebagai contoh disini yang ingin diselamatkan datanya ada di G:Private. tapi jika anda memang tidak yakin dimana file anda, anda dapat memilih seluruhnya.

berikutnya adalah membeiarkan software berjalan sesuai dengan fungsinya. proses ini dimanakan Intelligent Searching, program aan melakukan scan pada partisi yang dipilih, mengumpulkan dan menganalisa, setiap byte, proses ini membutuhkan waktu yang lumayan tergantung kapasitas harddisk dan jumlah datanya.

setelah seluruh partisi dianalisis, maka akan ditampilkan mana partisi yang mungkin masih bisa diselamatkan dan mana yang memang sudah tidak mungkin lagi. disana ada sugestion yang mana berisi nasehat atau pesan mengenai mana partisi yang paling dianjurkan untuk diselamatkan datanya.

software akan berjalan dan menunjukan mana partisi yang dapat direcovery dan mana partisi yang tidak mungkin untuk direcovery, proses selanjutnya adalah melakukan building tree, tunggu hingga proses ini selesai, anda bisa melakukanya dengan menonton TV atau menikmati secangkir teh, karena akan membutuhkan waktu yang ya… cukup membosankan.

setelah proses building Tree selesai bagian akhir adalah software akan menampilkan struktur directory yang telah ia susun. anda tinggal mencari dimana file anda yang hilang disimpan, jika masih ada disana artinya data anda bisa diselamatkan, jika tidak ya… silakan buat datanya lagi :D, karena mungkin data anda benar-benar sudah wafat :p

Harddisk Failure

Harddisk Failure biasanya terjadi karena kerusakan fisik pada Harddisk jika hal ini yang terjadi maka sudah saatnya anda membongkar komponen Harddisk anda. ini adalah cara terakhir yang sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang pemula. jika harddisk anda masih garansi akan sangat baik jika membawa datanya ke produsen untuk digaransikan. jika sudah tidak garansi maka bisa membawanya ke jasa-jasa pembongkaran harddisk, tapi tentu dengan biaya yang tidak sedikit. jika anda memang berencana untuk membongkar harddisk anda sendiri, maka persiapkan mental jika nanti ternyata harddisk anda akan benar-benar rusak dan tidak dapat digunakan lagi. oleh sebab itu saya selaku penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nanti, Try With Your Own Risk, Cobalah dengan Resiko Tanggung Sendiri.

untuk memperbaiki fisik harddisk tidak banyak yg dapat dilakukan. karena ukuran komponennya yang kecil, juga mudah sekali terjadi kerusakan. berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan jika membongkar harddisk.

1. buka semua sekrupnya menggunakan obeng, untuk harddisk yang tidak pernah dibongkar biasanya ada beberap sekrup yang ditutupi stiker garansi, jika berniat membukanya harus merusak stiker garansinya tentu saja ini menghilangkan garansi, jika masih garansi mendhing dibawa ke service resmi.

2. lihat pada bagian platter harddisk, pastikan dapat beotasi dengan benar, jangan menyentuh bagian piringan harddisk karena bisa merusak datanya,

3. kemudian lihat bagian head, apakah head masih dapat berjalan dengan benar (hati-hati dengan head, sebenarnya head tidak secara langsung menyentuh piringan harddisk, ada jarak sekitar 0.05 mm antara head dengan piringan).

4. pastikan sirkulasi harddisk tidak ada yang menghambat entah kena debu dll.

5. cek bagian pcb harddisk, bila perlu bongkar dan pada tiap socketnya, bersihkan dengan menggosok karet penghapus, kemudian bersihkan memakai alkohol dengan bantuan cotton bud.

6. tutup kembali harddisk, dan coba jalankan, jika data berhasil terbaca segera copy karena kemungkinan usia harddisk tidak akan lama lagi. jika tidak berhasil, ya…. ikhlashkan saja :D

Demikian beberapa tips dari saya mengenai penyelamatan data yang rusak pada Harddisk, jika ada ilmu lain insya Allah akan saya sharing. Salam goblooge :p

Comments

total comments